Tugas ke- 5 Bahasa Indonesia membuat jurnal. jurnal juga dapat dilihat disini -----> klik disini
untuk melihat jurnal kelompok dapat dilihat di link berikut:
http://bahasakelompok3jurnal.blogspot.com
DETEKSI DAN ANALISIS INDIKASI KEGAGALAN
TRANSFORMATOR DENGAN METODE ANALISIS GAS TERLARUT
Rahmat Hardityo
Alumni Jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ( 2008 )
Ir. Agus R. Utomo, MT
Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia
Arman Mulia
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2012
ABSTRACT
A problem that always occur when a power transformer is being operated
failure, both termal fault and/or electrical fault. Thermal failure and
electrical failure generally produce some gasses that known as fault gasses.
Most of power transformers are usually using oil insulator that has functions
as transformer cooler and as a solvent material to dissolve those fault gasses.
Identifying type and quantity of those gasses will gave us some information
about indication of failure that occur in transformer unit. A method to
identify and analyze fault gasses that dissolved in transformer oil is known as
DGA – Dissolve Gas Analysis.
This paper presents about how DGA testing can identify fault indikator that
occur in transformer. Several oils
samples are taken from oil insulator in a power
transformer , and then those samples are tested by using DGA analyzer
device . The result is some data that show concentration value of fault gasses.
Transformer and oil insulator being tested are in fresh condition . After receive some data then some analysis method
are applied to distinguish fault
indicator that occur in power transformer that have been tested.
Earlier data shows that transformer
is breakdown in a severe level. This condition is indicated from the high
values of some gasses, such as ethylene , carbon monoxide, and carbon dioxide.
As the oil temperature increase , concentration values from fault gasses are
also increase . This condition is not supposed to be happened because both
transformer and oil insulator are i fresh condition.
Keyword
: DGA , Transformer Oil, Fault , Dissolve Gas.
PENDAHULUAN
Tranformator merupakan salah satu
bagian paling penting dalam suatu sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk
mengkonversi daya tanpa mengubah frekuensi listrik, Namun transformator
seringkali menjadi peralatan listrik yang kurag diperhatikan dan tidak diberikan
perawatan yang memadai.
Transformator daya memerlukan berbagai
macam pengujian isolator , baik pengujian isolator padat maupun isolator
minyak. Pengujian fisik dilakukan dengan menguji bahan isolasi padat dan
belitan trafo, sedangkan pengujian minyak umumnya dilakukan dengan menguji
karakteristik minyak isolator . Seiring perkembangan teknologi ditemukan metode
alternatif untuk melakukan pengujian minyak , yaitu dengan metode pengujian dan
analisis jumlah gas yang terlarut pada minyak transformator atau yang dikenal
dengan metode DGA ( Dissolve Gas Analysis
).
Kegagalan termal pada transformator
berpendingin minyak biasanya menghasilkan gas - gas yang mudah terbakar ( combustible gas ) seperti hidrogen ,
metana , etilen , asetilen , dan karbon monoksida yang dikenal dengan istilah fault gas . gas - gas ini umumnya tidak
terdeteksi melalui pengujian karakteristik minyak. Metode pengujian DGA akan
mengeditenfikasi jenis dan jumlah dari fault
gas .
Transformator disebut peralatan statis
karena tidak ada bagian yang berputar ,tidak seperti motor dan generator.
Secara sederhana ,transformator dapat dibagi menjadi tiga bagian ,yaitu lilitan
primer , lilitan sekunder , dan inti besi .
METODE PENELITIAN
Metodologi penelitian yang dilakukan
dalam skripsi ini adalah dengan studi literatur mengenai transformator , minyak
trafo , pengujian DGA , dan anlisis berdasarkan data hasil uji DGA . Pengujian
DGA dilakukuan pada sebuah transformator daya , dan selanjutnya dilakukan berbagai analisis untuk jenis kegagaln yang
muncul dan berbagai indikasi yang menyebabkan munculnya kegagalan tersebut.
DASAR TEORI
Salah satu bagian penting dari sistem
tenaga lstrik adalah transformator yang disebut sebagai transformator daya atau
power transformer . Transformator daya
dapat didefinisikan sebagai sebuah transformator yang digunakan untuk
memindahkan energi listrik yang terletak di berbagai bagian dari rangkaian
listrik antara generator dengan rangkaian primer dari sistem distribusi.
Pengoperasian transformator daya tidak
terlepas dari adanya daya-daya yang hilang ,daya-daya yang hilang ini
terkonversi dalam bentuk panas. Panas timbul pada bagian inti , belitan ,
minyak isolator , dan tangki transformator . Panas yang timbul ini biasanya
akan dibuang ke atmosfer / lingkungan sekitar melalui tangki transfomator dan
sistem pendingin . sistem pendinnginn pada transformator digunakan untuk
mengurangi panas dan menjaga kenaikan temperatur agar tetap berada dibawah
batasan tertentu.
Isolator merupakan suatu sifat bahan
yang mampu untuk memisahkan dua buah penghantar atau lebih yang berdekatan
untuk mencegah adanya kebocoran arus/hubung singkat , maupu sebagai pelindung
mekanis dari kerusakan yang diakibatkan oleh korosif atu stressing.
Minyak isolator transformator dapat
dibedakan atas dua jenis , yaitu minyak mineral dan minyak sintetik. Pemilihan
jenis minyak didasarkan pada keadaan lingkungan dimana transformator digunakan
.
PEMBAHASAN
DGA secara harfiah dapat diartikan
sebagai analisis kondisi transformator yang dilakukan berdasarkan jumlah gas
terlarut pada minyak trafo. DGA pada dunia industri dikenal juga sebagai tes darah
atau blood test pada transformator.Dua metode
pada pengujian DGA yang digunakan untuk mengekstrak fault gas yang terlarut pada
minyak trafo, yaitu metode Gas
Chromotograph ( GC ) dan metode Photo-Acoustic Spectroscopy
( PAS ) .
HASIL PENELITIAN
Objek yang diuji dan dianalisis
merupakan sebuah unit transformator daya pada Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (
PLTP ) yang berlokasi didaerah Kamojang, Jawa Barat. Unit yang diujikan merupakan
transformator yang baru dan belum pernah dioperasikan . berdasarkan data-data
yang sudah diperoleh maka dapat diambil
kesimpulan bahwa transformator yang diujikan sebenarnya tidak mengalami
kerusakan ataupun kegagalan dalam tingkat yang parah . Nilai konsentrasi gas
etilen , karbon monksida dan karbon dioksida yang tinggi dapt saja diakibatkan
oleh proses perangkaian da pemvakuman transformator serta proses pengisian
minyak yang tidak sesuai dengan prosedur.
KESIMPULAN
Kenaikan nilai konsentrasi fault gas sebanding dengan kenaikan temperatur
minyak.jika kenaikan temperatur minyak dilanjutkan dengan penurunan temperatur
, maka nilai konsentrasi fault gas cenderung tetap. Tingginya konsentrasi gas
etilen ,karbon monoksida dan karbon dioksida disebabkan adanya proses
perangkaian , pemvakuman transformator serta pengisian minyak isolator yang
tidak sesuai dengan prosedur.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Paul Gill. 1998. Electrical Power
Equipment Maintenance and Testing. New York: Marcel Dekker.
4.
Rao S.1996. Power Transformer and
Special Transformer ( Principle and
Practice) . New Delhi : Khanna
Publishers.

